“The Sound of Movies”, Pentaskan Aransemen Musik Film

“The Sound of Movies”, Pentaskan Aransemen Musik Film

Sumber : Pos Bali Online

Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh 9 Maret 2019, Program Studi (Prodi) Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar acara “The Sound of Movies”, Kamis (21/3).

Konser yang digelar di Gedung Candra Metu, ISI Denpasar itu secara khusus menampilkan aransemen soundtrack film-film ternama nasional maupun internasional.

Ketua pelaksana kegiatan, Maria Maya Aristya, kepada POS BALI mengatakan “The Sound of Movies” merupakan serangkaian acara Impression Concert (ICON) #2.

“ICON ini merupakan program tahunan Himpunan Mahasiswa Prodi Musik ISI Denpasar untuk merayakan dan memperingati Hari Musik Nasional yang tahun ini jatuh tanggal 9 Maret,” katanya.

Selain menggelar konser, sehari sebelumnya pihaknya juga menggelar workshop bertajuk “Music for Film” dengan menghadirkan pembicara Charli Maliala. Narasumber yang dihadirkan merupakan piñata musik asal Jogja yang namanya telah banyak dikenal.

“Selain penampilan dari mahasiswa, pada The Sound of Movies juga turut diisi oleh Komunitas Celtic Room Bali yang juga berkolaborasi dengan Rosa dari Singing Harpist, dosen-dosen, juga alumni lulusan terbaik Prodi Musik ISI Denpasar tahun 2019,” tambahnya.

Katua Prodi Musik ISI Denpasar, I Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si, menambahka, gelaran tersebut merupakan gelaran keempat pihaknya merayakan Hari Musik Nasional.

“Yang menjadi ciri khas kami tahun ini adalah musik-musik yang dimainkan adalah musik-musik dari film. Kita sengaja memilih itu, ada musik film-film barat, ada juga film nasional yang diaransemen ulang. Ada yang hanya menggunakan giar saja, ada dengan alat musik gesek saja, ada juga yang secara grup,” katanya.

Terkait perkembangan musik di Bali, Darmayuda mengatakan perkembangannya lebih baik dibandingkan daerah-daerah lain. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Bali sebagai destinasi wisata dunia, yang turut membutuhkan music sebagai salah satu elemen penting pariwisata.

Secara akademis, lanjutnya, dengan dibukanya Prodi Musik di ISI Denpasar, gairah musik di dunia akademis juga semakin menggeliat. Peminatnya juga semakin bertumbuh seiring peluang yang juga semakin terbuka lebar.

“Semoga ke depan kita lebih banyak melahirkan musisi yang bisa melahirkan musik bukan hanya secara otodidak, tapi juga memiliki pemahaman pada unsur-unsur musik. Tidak hanya melahirkan pemain musik, tapi juga kritikus musik, komposer, EO (event organizer) musik, yang dapat memenuhi kebutuhan musik di Bali,”

Comments are closed.