Karya Seni Mahasiswa FSP ISI Siap Digeber

Karya Seni Mahasiswa FSP ISI Siap Digeber

*Buat Rekaman Khusus, Hindari Karya Lenyap  Semalam,

DENPASAR-Karya seni  60 mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)  siap  digeber dalam ujian Tugas Akhir (TA) tahun ini. Ujian pagelaran karya seni akan berlangsung mulai 24-27 Mei mendatang.

Karya seni yang akan diuji   di bidang penciptaan meliputi  Jurusan Tari sebanyak 22 orang, Jurusan Karawitan 27 orang, Jurusan Pedalangan 4 orang. Sedangkan di bidang pengkajian meliputi Jurusan Tari empat  orang,  Karawitan satu  orang dan  Pedalangan dua  orang. Menurut Dekan FSP I Ketut Garwa, M.Sn, tahun ini Fak. Seni Pertunjukan mengalami peningkatan yang membanggakan, terutama di bidang pengkajian yaitu menyusun penelitian dalan bentuk skripsi.  “ Dari tahun ke tahun terus meningkat, tahun lalu diikuti oleh dua  orang sedangkan tahun ini bertambah menjadi tujuh orang,” kata Garwa, Kamis (19/5).

Mahasiswa dalam pementasan ujian akhir tersebut dibantu oleh sekaa kesenian, sanggar seni maupun rekannya sesama mahasiswa semester enam ke bawah.
"Kemampuannya itu diaplikasi lewat bagaimana cara mengkoordinir, berorganisasi dalam menciptakan karya," ujar Ketut Garwa.  Pementasan berbagai jenis kesenian Bali yang ditampilkan masing-masing mahasiswa saat mengikuti ujian akhir secara tidak langsung mampu memberikan hiburan kepada masyarakat di Pulau Dewata. Karya garapan orisinil dari mahasiswa sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan pendidikan, sangat beragam mulai dari kesenian klasik, kreasi, inovasi hingga seni kontemporer, ujarnya

Garwa didampingi Dewa Ketut Wicaksana, mengungkapkan ,  pagelaran ujian akhir ini dibuka secara umum, pihaknya mengundang kalangan siswa, masyarakat, pecinta seni di Bali.  Dengan harapan apa yang disajikan kalangan mahasiswa, melalui garapan karya yang akan diujikan , tentunya dapat di implementasikan langsung dalam kehidupan.

Sejauh ini, adanya image yang berkembang di masyarakat, setiap ujian tugas akhir selalu menyedot biaya yang tinggi, hanya untuk mewujudkan penyajian terbaiknya. Dan yang perlu disoroti adalah apa yang ditampilkan dengan persiapan maksimal, waktu yang terkuras habis, akan tetapi belum tentu dapat diaplikasikan dan diserap masyarakat Bali. Atau boleh diungkapkan penciptaan karya seni hanya untuk ditampilkan sekejap saat ujian , akan tetapi ‘lenyap semalam’.

Menanggapi hal tersebut kalangan akademisi telah melakukan terobosan setiap tahun. “ Kami telah melakukan dokumentasi khusus setiap hasil karya mahasiswa, dan mengundang kalangan pecinta seni, untuk menyaksikan garapan terbaiknya ,” beber Garwa seraya menunjukan kepingan VCD hasil dokumentasi karya seni saat ujia TA tahun lalu.

Ditambahkan, untuk memberikan motivasi para calon mahasiswa baru, pihak kampus telah mengundang dan melakukan road show ke sejumlah sekolah kejuruan di Bali. “ Kami melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah, agar mereka mampu melihat, aktifitas kampus ISI Denpasar dalam upaya meyakinkan kalangan remaja untuk mendapatkan peluang di masa depan, baik pekerjaan, membuka lapangan usaha dan yang lainnya” pungkasnya.

Comments are closed.