Seminar Nasional Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar 2018

Seminar Nasional Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar 2018

Dari Seminar FSP ISI Denpasar 

Mendorong Pemajuan Seni Pertunjukan di Bidang Penelitian  dan Karya Ilmiah 

Fakultas Seni Pertunjukan ( FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali menggelar seminar nasional yang berlangsung di Gedung Citta Kelangen Kampus setempat, Rabu (18/4).

Seminar yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pakar ilmu seni itu  mengangkat tema " Pemajuan Seni Pertunjukan untuk Membangun Kebudayaan dan Peradaban yang Berkepribadian" . Seminar dibuka oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha dalam hal ini diwakili Wakil Rektor ( Warek ) I Bidang Akademik , Kemahasiswaan dan Alumni  Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes

Hadir sebagai  pembicara  utama yang diundang adalah Prof. Dr. Sumandiyo Adi , SST ( ISI Yogyakarta), Dr. Kiki Sukanta, S.Kar ( UPI Bandung) dan Dr. atom Rustandi Mulyana, S.Sn ( ISI Surakarta). Disamping pemakalah, panitia juga mengundang partisipasi pemakalah dari sejumlah perguruan tinggi  lainya. 

Warek I Prof. Artayasa mewakili Rektor ISI dalam sambutanya menyampaikan hadirnya UU Pemajuan Kebudayaan menambah kekuatan baru dalam upaya memajukan kebudayaan dan nilai- nilainya. " Dengan hadirnya UU  Pemajuan kebudayaan yang baru disahkan ,  intinya negara menjamin hal-hal terhadap kelangsungan sebuah kebudayaan, diantaranya memberikan  perlindungan, pemanfaatan pembinaan dan pengembangan kebudayaan itu sendiri," jelas Prof. Artayasa. 

Dikatakan, sejatinya di ISI sudah melaksanakan apa yang diamanatkan dalam UU pemajuan kebudayaan ini. bagaimana upaya inventarisasi, pendokumentasian data, pengamanan guna  mewariskan obyek kepada generasi berikutnya. " Kita sudah mencetak banyak sarjana- sarjana seni dengan melahirkan banyak sanggar sanggar senj di Bali , ini salah satu upaya menjaga nilai, mencegah perusakan, dengan keragaman jenis budaya tradisi dan yang kita warisi dengan keragamannya dilanjutkan para generasi muda ," tegasnya. 

Sementara itu Dekan FSP ISI Denpasar Dr I Komang Sudirga menjelaskan  seminar ini rutin digelar FSP ISI merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hasil hasil penelitian para dosen yang mengacu pada standar mutu penelitian yaitu hasil kajian seni pertunjukan yang memenuhi kaidah ilmiah universal yang baku. " Artinya karya ilmiah itu dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan beretika, " ucapnya. 

Dr. Sudirga menyatakan,  dalam hal mendorong wacana isu isu  aktual, dibidang seni pertunjukan  pihaknya mengakui masih minim ruang ilmiah yang tersedia. " Hal ini perlu diantisipasi ditengah arus perubahan globalisasi, maka forum diskusi melalui seminar nasional ini menjadi sangat bermakna, apalagi kita ingin menggugah kesadaran suasana akademik yang baru, ditengah menurunnya semangat meneliti akibat kebijakan panduan penelitian simlitabmas yang dirasakan sulit ," bebernya. 

Berdasarkan data FSP ISI Denpasar, Sudirga menyebutkan  SDM yang berkualifikasi S3  baru 18 orang dari 90 dosen ( sekitar 20 persen) dan kandidat doktor 8,8 persen keseluruhan dosen FSP, maka hampir 80 persen lebih yang sedikit lebih kesulitan untuk dapat menembus skim - skim penelitian yang tersedia. " Melalui seminar ini kami yakin akan mampu berkontribusi positif dalam membangkitkan gairah meneliti bagi dosen dosen kami di masa mendatang," tandasnya. 

Sementara Ketua Panitia Wardizal, S.Seni didampingi bagian Humas ISI I Gede Eko Jaya Utama  menambahkan, secara umum seminar yang berlangsung sehari ini bertujuan untuk menambah wawasan dan intelektual dosen di lingkungan fakultas seni pertunjukan ISI Denpasar tentang " Seni Pertunjukan Kita " dalam berbagai telaah dan kajian. " Kita berharap melalui seminar ini dimana kualitas dari tulisan karya ilmiah dari setiap dosen semakin meningkat, hasil tulisan ilmiah tersebut dapat terpublikasi baik di jurnal ilmiah nasional maupun jurnal internasional ," pungkas Wardizal .

Comments are closed.