Konser Peringatan HMN di ISI Denpasar Gelorakan ‘Perang Melawan Karya Bajakan’

Konser Peringatan HMN di ISI Denpasar Gelorakan ‘Perang Melawan Karya Bajakan’

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukkan (FSP), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali menggelar konser untuk memeriahkan Hari Musik Nasional (HMN) di Kampus setempat, Jumat (9/3) lalu.

Konser tahunan yang bertajuk ‘Impression Concert, Space for Music’ tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi mahasiswa atau insan musik di lingkungan ISI Denpasar terhadap pahlawan, musisi dan musik itu sendiri tepat di hari musik nasional. Pada momentum itu, Dekan FSP ISI Denpasar Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., seizin Rektor Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai karya musisi dengan tidak membeli karya bajakan.

Sudirga pun mengajak seluruh kompenen masyarakat untuk ‘perang’ melawan tindakan pembajakan. Terlebih lahirnya HMN yang diperingati setiap 9 Maret adalah hari lahir Pahlawan Nasional Wage Rudolf Supratman, sang pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. “Peringatan HMN ini melewati proses yang sangat panjang, melewati berbagai rezim pemerintahan. Sudah sepatutnya kita hargai, minimal dengan melawan dan tidak membeli produk bajakan,” kata Sudirga di sela kegiatan didampingi Bagian Penyusun Bahan Informasi dan Publikasi I Gede Eko Jaya Utama, SE.,MM.

Melalui musik, lanjut Sudirga, pihaknya ingin menggaungkan pembangunan spirit dan jati diri bangsa dengan kreativitas inovatif yang mengumandangkan pesan moral sebagai penyadaran atas peri-kehidupan yang santun, damai dan berkeadaban sosial. Kepada para musisi, ia meminta agar selalu meningkatkan kreativitas di ‘zaman now’ agar hasil karyanya tetap bisa diterima masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia kegiatan IB Gangga Maodita menjelaskan, konser yang juga melibatkan dosen dan alumni jurusan Musik ISI Denpasar tersebut, dipersiapkan sekitar dua bulan.

IB Gangga Maodita "Kesulitan menggelar acara ini adalah mengumpulkan teman-teman yang tampil di konser ini karena masing-masing memiliki kesibukan sendiri jadi butuh waktu yang cukup lama untuk latihan," ujarnya.

Dalam konser tersebut, para mahasiswa menampilkan berbagai karya komposisi musik dalam berbagai format, seperti ansambel gitar, string quartet, ansambel perkusi dan duet piano. Tidak hanya menampilkan lagu-lagu yang terkenal pada saat ini. Para mahasiswa juga membawakan lagu-lagu lawas seperti "Bohemian Rhapsody" yang dipopulerkan band legendaris asal Inggris, Queen, dengan aransemen string quartet.

Selain itu, mereka juga membawakan lagu nasional seperti Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki dalam format ansambel vocal. Gangga menambahkan, pihaknya berharap kegiatan konser serupa akan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dengan konsep yang berbeda. "Kami telah merencanakan kegiatan ini sebagai agenda tahunan karena konser ini digelar juga sebagai kegiatan yang mengapresiasi karya mahasiswa jurusan Musik yang akan terus digelar setiap peringatan hari musik nasional," pungkas dia. 

Comments are closed.